Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2009

Hong Tia

KATERin terdiam. Ia tak mampu melanjutkan kata-katanya. Segelas teh botol masih utuh di atas meja. Ia belum menyentuhnya sejak tadi. Padahal hari sangat panas siang itu. Di seberang sana jalan-jalan terlihat padat. Asap mengepul. Debu berterbangan hinggap di dinding ruko yang berjejal. Kawasan ini memang super sibuk. Orang-orang menyebutnya kawasan pacinan. Karena memang banyak dihuni oleh warga Tiong Hoa. Pacinan atau Peunayong juga terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Berbagai aktifitas ekonomi menggeliat di sana. Ada ruko, bengkel, show room, pasar ikan dan entah apa lagi. Di antara banyak tempat, satu yang paling kuingat nama warung itu, Hong Tia. Siang itu banyak murid sekolah sedang menunggu jemputan orang tuanya. Mereka anak-anak warga keterunan yang baru saja usai belajar di sekolah Methodist. "Lihat anak-anak itu. Mereka sangat bersemangat!," ujarnya. Ucapan itu membuat aku tersentak. Padahal kulihat tadi matanya berbinar. Aku tahu, aku tak ingin membuatnya terlalu b

Nimba, Pestisida Organik Pengusir Hama

Gambar
HAMa sejak dahulu telah menjadi momok bagi para petani. Bukan hanya karena sifatnya membuat tanaman bermutu rendah, hama dinilai juga dapat mematikan pengembangan usaha petani karena tanaman yang diharapkan tumbuh dengan baik, ternyata harus berakhir dengan kekecewaan karena digerogoti penyakit. Banyak penelitian sudah dilakukan untuk membasmi hama tanaman dalam upaya meningkatkan produktifitas hasil tani. Melalui tehnologi, banyak perusahaan kini menciptakan berbagai jenis pestisida yang berasal dari bahan kimia. Sampai saat ini pestisida kimia masih merupakan satu-satunya senjata pamungkas petani untuk pengendalian serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di lahan pertanian. Karena selain mudah didapat, tidak repot, dan hasilnya segera dapat dilihat. Namun belakangan disadari ternyata penggunaan pestisida kimia berlebihan banyak menimbulkan dampak negatif terhadap konsumen maupun ekosistem pertanian dan tentu saja tidak ramah lingkungan. Maka tak mengherankan kini berbagai pihak,