Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2008

Esok

Hening/Antara malam yang kelam dan mentari di siang tadi/Menandai akhir perjalanan di malam yang mulai lerai/Nyiur lembut menggigilkan alam/ Pertanda esok hari akan kembali

Di Ujung Sunyi

Tak lagi ramah seperti sungai tak lagi mengalirkan airnya di ujung lorong sunyi kita berdekap antara rasa dan luka yang tak kan pernah berakhir Banda Aceh, 20 November 2008

Di Ujung Sunyi

Antara luka dan kepedihan antara hati yang menjelma tak lagi ramah seperti sungai tak lagi mengalirkan airnya di ujung sunyi kita berdekap antara ada dan tiada Banda Aceh, 20 November 2008

DI Bawah Mercuri

Di Bawah Mercuri Menanti jauh sebelum matahari memerah sebelum cahayanya menghujam, menusuk dalam membakar panasnya di lembut rasa siapakah mampu bertahan di lorong yang kaku itu hembusan bayu yang mulai merintih sepi meninggalkan rintik hujan membalut pekatnya malam di bawah temaramnya mercuri kita terkapar; entah siapa yang memulai Banda Aceh, 20 November 2008

SAMPAI KAPAN

Lorong sempit/tiada berujung/menderas di akhir penantian/tak seperti hari kemarin/senyum itu masih tersungging/dari bibir beraroma anggur/lantas menikam/nyeri di liang hati/sampai kapan?/di antara kecemasan/kita masih meratap di bawah cahaya lazuardi/menghitung luka dan penyesalan Banda Aceh, 10 November 2008